Masjid Jami Kalipasir Tangerang adalah salah satu masjid yang memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat muslim di wilayah tangerang. Masjid ini menjadi pusat ibadah harian seperti salat berjamaah, pengajian rutin, dan kegiatan keagamaan lainnya. Dengan desain arsitektur yang sederhana namun tetap indah, masjid ini menawarkan kenyamanan bagi jamaah yang datang dari berbagai kalangan usia. Lokasinya yang strategis juga memudahkan akses bagi warga sekitar dan pengunjung dari luar daerah.

Selain fungsi utama sebagai tempat ibadah, Masjid Jami Kalipasir Tangerang juga aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Beberapa kegiatan rutin yang diselenggarakan antara lain santunan anak yatim, buka puasa bersama saat Ramadan, hingga pelatihan membaca Al-Qur’an untuk anak-anak. Kebersihan dan ketertiban masjid selalu dijaga, menjadikannya salah satu masjid yang menjadi kebanggaan warga sekitar. Dukungan dari masyarakat sekitar membuat masjid ini terus berkembang dan menjadi tempat yang hidup secara spiritual maupun sosial.

Masjid Jami Kalipasir Tangerang

Masjid Jami Kalipasir Tangerang: Jejak Islam di Tengah Kota Tua

Pesona Masjid Tertua di Kota Tangerang

Masjid Jami Kalipasir Tangerang merupakan salah satu ikon bersejarah dan religius yang berdiri kokoh di tengah hiruk-pikuk kota. Terletak di Jl. Kalipasir, RT.02/RW.004, Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Banten 15118, masjid ini bukan hanya menjadi tempat ibadah bagi masyarakat sekitar, tetapi juga menjadi destinasi wisata religi yang menyimpan nilai sejarah penting dalam penyebaran Islam di Tangerang.

Dibangun pada abad ke-18, Masjid Jami Kalipasir dikenal sebagai masjid tertua di Tangerang. Hingga kini, bangunannya masih mempertahankan gaya arsitektur klasik yang khas, menjadi saksi bisu perjalanan waktu dan dinamika kehidupan masyarakat muslim di kawasan Kalipasir dan sekitarnya.


Sejarah Singkat Masjid Jami Kalipasir

Lahir dari Perkembangan Islam di Tangerang

Masjid Jami Kalipasir dibangun pada tahun 1700-an oleh seorang ulama keturunan Arab yang bernama Tumenggung Pangeran Arya Dipati. Tujuan awal pendirian masjid ini adalah untuk mendirikan pusat kegiatan dakwah dan syiar Islam di daerah Kalipasir, yang saat itu mulai berkembang sebagai kawasan pemukiman pendatang.

Kala itu, Tangerang masih dikuasai oleh kekuasaan Belanda, dan umat Islam hidup berdampingan dengan etnis lain seperti Tionghoa dan Eropa. Masjid ini menjadi tempat berkumpulnya para pejuang, ulama, dan masyarakat dalam memperkuat semangat kebangsaan dan keimanan.

Dipugar Tanpa Menghilangkan Nilai Sejarah

Masjid ini telah beberapa kali mengalami renovasi, namun tetap mempertahankan bentuk asli bangunan utamanya. Ornamen kayu, jendela dengan kisi-kisi klasik, serta mimbar kayu ukir tetap dipertahankan. Proses pemugaran dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak menghilangkan nilai-nilai historis dan arsitektural yang telah bertahan lebih dari dua abad.


Arsitektur Masjid yang Sarat Makna

Perpaduan Unsur Nusantara, Arab, dan Kolonial

Bangunan Masjid Jami Kalipasir memiliki karakter arsitektur yang unik. Bentuk atap limasan khas Nusantara menunjukkan akulturasi budaya lokal, sementara menara kecil dan kubahnya mengadopsi gaya Timur Tengah. Pintu-pintu masjid besar dan tinggi, memperlihatkan pengaruh arsitektur kolonial.

Bagian dalam masjid menggunakan tiang-tiang kayu besar dengan ukiran sederhana yang menunjukkan kesan klasik dan sakral. Di ruang utama, jamaah dapat merasakan aura khusyuk dan tenang berkat dominasi warna netral dan pencahayaan alami dari jendela-jendela kayu yang mengelilingi dindingnya.

Mimbar dan Mihrab yang Autentik

Mimbar kayu asli peninggalan abad ke-18 masih digunakan hingga sekarang. Terletak di sisi kanan mihrab, mimbar ini menjadi bagian paling menarik dari interior masjid. Ukiran-ukiran halus dan bentuk tangga kecil memperlihatkan seni pertukangan zaman dahulu yang penuh dedikasi dan ketelitian.


Fungsi Sosial dan Budaya Masjid Jami Kalipasir

Pusat Kegiatan Keagamaan

Sebagai masjid jami’, tempat ini tidak hanya digunakan untuk salat lima waktu dan Jumat, tetapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan lainnya. Mulai dari pengajian rutin, ceramah, hingga kegiatan pendidikan anak-anak seperti TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur’an).

Masjid ini juga aktif dalam menyambut hari-hari besar Islam seperti Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj, hingga buka puasa bersama saat Ramadan. Pengurus masjid mengedepankan semangat kebersamaan dan gotong royong antarwarga dalam menyukseskan setiap kegiatan.

Wisata Religi dan Edukasi

Lokasinya yang berada di kawasan kota tua menjadikan masjid ini sering dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun dari luar daerah. Banyak pelajar dan mahasiswa yang datang untuk melakukan studi sejarah maupun riset mengenai perkembangan Islam di Tangerang.


Masjid Jami Kalipasir dalam Konteks Kota Tangerang

Berada di Kawasan Bersejarah

Masjid ini berada di wilayah yang dahulu dikenal sebagai pusat perdagangan dan pemukiman etnis Arab dan Tionghoa. Kedekatannya dengan Sungai Cisadane menjadikan kawasan ini ramai sejak zaman kolonial. Kini, Kalipasir menjadi bagian penting dari sejarah urban Kota Tangerang yang dikenal dengan julukan “Kota Seribu Industri dan Jasa”.

Dekat dengan Masjid dan Makam Bersejarah Lainnya

Tidak jauh dari Masjid Jami Kalipasir, terdapat beberapa situs sejarah Islam lainnya seperti Makam Pangeran Arya Dipati (pendiri masjid) dan beberapa masjid tua yang saling berkaitan secara sejarah. Ini menjadikan Kalipasir sebagai kawasan unggulan untuk wisata religi dan budaya Islam.


Cara Menuju Masjid Jami Kalipasir

Akses Mudah dari Berbagai Penjuru

Masjid ini sangat mudah dijangkau, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Lokasinya tidak jauh dari pusat Kota Tangerang, dan dapat dicapai dari Stasiun Tangerang hanya dalam waktu sekitar 10 menit perjalanan.

Alamat lengkap:
Jl. Kalipasir, RT.02/RW.004, Sukasari, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang, Banten 15118

Titik referensi terdekat:

  • Sungai Cisadane

  • Pasar Lama Tangerang

  • Museum Benteng Heritage


Aktivitas yang Bisa Dilakukan di Masjid Jami Kalipasir

Salat dan Zikir di Masjid Bersejarah

Suasana damai dan tenang membuat pengalaman beribadah di masjid ini sangat berkesan. Banyak jamaah datang untuk melaksanakan salat sunah dan zikir di sela aktivitas harian mereka.

Studi Sejarah dan Fotografi Arsitektur

Para pecinta sejarah dan arsitektur kerap datang untuk mendokumentasikan keindahan bangunan tua ini. Sudut-sudut masjid yang antik sering menjadi objek fotografi yang unik dan menarik.

Berziarah ke Makam Ulama

Di area masjid juga terdapat makam pendiri masjid dan tokoh-tokoh agama terdahulu. Banyak masyarakat yang berziarah sambil mendoakan para ulama yang berjasa dalam penyebaran Islam di wilayah Tangerang.


Dukungan Masyarakat dalam Perawatan Masjid

Program Infak dan Wakaf

Pengelolaan masjid banyak didukung oleh masyarakat sekitar melalui program infak dan wakaf. Dana yang terkumpul digunakan untuk perawatan rutin, kebersihan, serta kegiatan sosial seperti santunan anak yatim dan buka puasa bersama.

Gotong Royong dalam Perbaikan

Renovasi ringan dan perawatan dilakukan secara gotong royong, mencerminkan semangat kebersamaan yang telah diwariskan sejak zaman dahulu. Hal ini memperkuat ikatan antara masjid dan masyarakat sekitar.


Kegiatan Sosial dan Dakwah di Era Modern

Kelas Tahfiz dan Pendidikan Islam

Selain TPQ, masjid juga membuka program tahfiz untuk anak-anak dan remaja yang ingin menghafal Al-Qur’an. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga karena memberikan alternatif pendidikan Islami yang positif dan mendidik.

Media Sosial dan Dakwah Digital

Masjid Jami Kalipasir kini juga mulai memanfaatkan media sosial untuk menyebarkan informasi seputar kajian, jadwal pengajian, dan kegiatan masjid lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa masjid tidak hanya menjaga nilai-nilai lama, tetapi juga terbuka pada perubahan zaman.


FAQ – Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah Masjid Jami Kalipasir terbuka untuk umum?

Ya, masjid ini terbuka untuk siapa saja, baik warga lokal maupun wisatawan yang ingin beribadah atau sekadar berkunjung melihat sejarahnya.

Apakah tersedia tempat parkir?

Tersedia lahan parkir terbatas di sekitar masjid, khususnya untuk sepeda motor. Untuk mobil, disarankan parkir di area yang sedikit lebih jauh.

Apakah bisa membawa rombongan studi wisata religi?

Bisa. Masjid menerima kunjungan rombongan pelajar atau komunitas dengan pemberitahuan terlebih dahulu kepada pengurus masjid.


Masjid Jami Kalipasir Tangerang adalah bukti nyata bagaimana sejarah, budaya, dan spiritualitas berpadu dalam satu tempat. Sebagai masjid tertua di Tangerang, tempat ini tidak hanya menjadi saksi perjalanan syiar Islam di Banten, tetapi juga menjadi titik penting dalam menjaga warisan peradaban Islam di Indonesia.

Dengan lokasinya yang strategis dan nilai sejarah yang tinggi, masjid ini layak menjadi tujuan utama wisata religi dan refleksi spiritual. Mari kunjungi dan lestarikan Masjid Jami Kalipasir sebagai bagian dari jati diri dan kekayaan budaya Islam kita.